TERLALU MUDA USIA MENIKAH, PICU KEMATIAN IBU DAN BAYI

DINAS KBPPPA, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Evaluasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan salah satu tujuannya adalah mencari pemecahan masalah adanya Kematian Ibu dan Bayi serta dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kegiatan dilaksanakan di 5 Kecamatan, masing-masing diikuti oleh Kecamatan se – eks Distrik dengan lokasi kegiatan di Kecamatan Wanareja, Kedungreja, Kesugihan, Nusawungu dan Cilacap Utara. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 3 dan 4 Juli 2019 yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 9 – 11 Juli 2019. Sebagai pembicara pada kegiatan tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dan dalam kegiatan juga menghadirkan 2 narasumber dari Kecamatan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas KB, PP dan PA Murniyah, S.Pd.,M.Pd menyampaikan Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Cilacap masih terjadi dengan beberapa penyebab. Berdasar data yang ada pada tahun 2014 ada Kematian Ibu sejumlah 36 kasus, tahun 2015 terjadi 26 kasus, kemudian tahun 2016 terjadi 25 kasus, tahun 2017 terjadi 20 kasus dan di tahun 2018 terjadi 22 kasus. Dan juga masih terjadi Kematian Bayi dengan rincian pada tahun 2014 terjadi Kematian Bayi sejumlah 284 kasus, tahun 2015 terjadi 207 kasus, kemudian tahun 2016 terjadi 189 kasus, tahun 2017 terjadi 143 kasus, dan pada tahun 2018 terjadi 132 kasus. Dari data tersebut terjadi fluktuasi baik pada Kematian Ibu maupun Kematian Bayi namun secara umum mengalami tren menurun. Hal ini berkat kinerja Satgas GSIB di setiap Kecamatan yang terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat agar mensikapi dan memperlakukan Ibu Hamil dan Bayi secara tepat.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas KB, PP dan PA mengatakan, fenomena menikah dibawah 20 tahun yang berarti terlalu muda di Kabupaten Cilacap pada tahun 2018 masih cukup banyak. Dari jumlah pernikahan sebanyak 20.299, pernikahan yang istrinya di bawah 20 tahun sebanyak 3.220 atau 15.86%. Artinya setiap 100 perkawinan terdapat sekitar 15 sampai 16 perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun. (Red. Zero PP)

Post Author: panggih kurniadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *