WORKSHOP POKJATAP DAN SATGAS GSIB, MENEKAN AKI DAN AKB DI KABUPATEN CILACAP

DINAS KBPPPA, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Workshop Pokjatap dan Satgas Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Tahun 2019. Kegiatan tersebut merupakan program lanjutan dari Evaluasi Satgas GSIB Kecamatan, dengan tujuan mencari pemecahan masalah adanya Kematian Ibu dan Bayi serta dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2019 dan diikuti oleh Kecamatan se – eks Distrik dengan lokasi kegiatan di Aula Puskesmas Cilacap Utara I. Pembicara pada kegiatan tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap.

Dalam sambutannya Kepala Dinas KB, PP dan PA Murniyah, S.Pd.,M.Pd melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Drs. Dasro menyampaikan AKI dan AKB sebagai bagian dari indikator keberhasilan pembangunan bidang Kesehatan serta pencerminan Kabupaten dalam keberhasilannya meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Masyarakat). Dan di Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap di tahun 2018 terdapat Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 22 Kasus dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 132 Kasus. Dengan kondisi tersebut menunjukan bahwa AKI dan AKB di Kabupaten Cilacap masih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas KB, PP dan PA mengatakan dengan kondisi tersebut, Pokjatap GSIB mempunyai tugas Pertama mengupayakan adanya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) karena hamil, melahirkan dan nifas secara signifikan; Kedua mengupayakan adanya Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB); Ketiga Meningkatkanterwujudnya kepedulian masyarakat untuk mampu bertindak sigap, cepat dan tepat dalam hal rujukan ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas sesuai kondisi wilayah, sehingga ibu dan bayi tidak terlambat ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan atau dokter), tugas Pokjatap dan Satgas GSIB semakin berat dan harus melaksanakan secara sungguh-sungguh dan terus menerus, utamanya dalam mencari penyebab serta upaya yang harus dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah maupun peran serta masyarakat secara terpadu agar Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dapat ditekan seminimal mungkin. (Red. Zero. PP)

Post Author: panggih kurniadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *